Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee Masuk Daftar Pengawasan AS

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Setiap tahunnya sejak 2006 lalu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) rajin merilis daftar pengawasan, alias “Notorious Market List” yang berisi perusahaan-perusahaan global, yang diduga menjual barang palsu atau bajakan yang melanggar hak cipta.

Read More

Pekan lalu, mereka akhirnya merilis Notorious Market List edisi tahun 2021. Di dalamnya, terdapat 42 platform atau perusahaan online yang diduga telah terlibat atau memfasilitasi penjualan barang palsu.

Dari puluhan platform online tersebut, ada sejumlah perusahaan baru yang masuk ke dalam daftar perusahaan yang dipantau pemerintah AS tersebut.

Tiga di antaranya adalah dua marketplace asal Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia, serta satu e-commerce asal Singapura yang juga beroperasi di Indonesia, yaitu Shopee.

Menurut Departemen Perdagangan AS, banyak barang bermerek yang dijual di Bukalapak dilabeli sebagai produk palsu atau barang tiruan (replika).

Hal yang sama juga terdapat di Tokopedia, di mana Departemen Perdagangan AS mengatakan pihaknya menemukan sejumlah barang palsu dari berbagai kategori, seperti pakaian, kosmetik, aksesori, buku, dan lain sebagainya.

Serupa seperti di Bukalapak dan Tokopedia, Departemen Perdagangan AS juga mengeklaim pihaknya banyak menemukan barang palsu yang dijual di platform Shopee di beberapa pasar operasional Shopee, kecuali Taiwan.

Departemen Perdagangan AS menyebut bahwa Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee sebenarnya telah melakukan peningkatan terhadap sistem mereka, untuk memberantas barang bajakan. Namun, hal tersebut dinilai masih kurang efektif dan efisien.

Tanggapan Bukalapak dan Tokopedia

Dokumentasi Bukalapak Logo PT Bukalapak.com

Terkait masuknya Bukalapak ke dalam Notorious Market List 2021, AVP Marketplace Quality Bukalapak, Baskara Aditama mengatakan pihaknya senantiasa berkomitmen untuk melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan melarang penjualan barang palsu dan bajakan di Bukalapak.

“Semua pelanggaran terhadap Aturan Penggunaan Bukalapak akan dikenakan sanksi,” jelas Baskara kepada KompasTekno.

Hal serupa juga dikatakan External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya. Menurut Ekhel, pihaknya menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan di Tokopedia sesuai dengan aturan penggunaan platform.

“Kami juga memiliki fitur Pelaporan Penyalahgunaan, di mana masyarakat dapat melaporkan produk yang melanggar, baik aturan penggunaan platform Tokopedia maupun hukum yang berlaku di Indonesia,” imbuh Ekhel.

Meski menindak tegas segala penjualan barang ilegal, baik Bukalapak dan Tokopedia kompak tak menanggapi secara langsung soal pemerintah AS, yang memasukkan nama mereka ke dalam Notorious Market List 2021.

Selain Bukalapak dan Tokopedia, KompasTekno juga telah menghubungi pihak Shopee terkait masuknya marketplace asal Singapura itu ke dalam daftar perusahaan yang diawasi AS pada 2021. Namun hingga berita ini ditulis, kami belum mendapatkan respons terkait hal tersebut.

Apa itu Notorious Market List?

Ilustrasi digitalisasi bagi UMKM.DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi digitalisasi bagi UMKM.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari USTR.Gov, Senin (21/2/2022), Notorious Market List sendiri dibuat Departemen Perdagangan AS setiap tahun untuk membantu meningkatkan kesadaran publik dan melindungi kekayaan intelektual di AS, berikut para pekerja serta operasi bisnis di sana.

Adapun kegiatan penjualan barang palsu secara global sendiri, menurut perwakilan Departemen Perdagangan AS, Katherine Tai, bakal turut merusak industri kreatif, terutama di AS.

“Aktivitas ini juga berdampak pada pihak yang terlibat dalam pembuatan barang palsu, serta dapat menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen dan pekerja di seluruh dunia,” imbuh Katherine.

Selain Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee tadi, raksasa e-commerce AliExpress, serta platform percakapan WeChat juga masuk ke dalam perusahaan yang diawasi AS untuk menjual atau memfasilitasi produk ilegal.

Lalu, ada pula sejumlah perusahaan yang sebelumnya terdapat di dalam Notorious Market List di tahun lalu, dan masih masuk ke dalam daftar pengawasan AS di tahun 2021, seperti Baidu, Pinduoduo, hingga Taobao.

Lantas, siapa apa saja yang dijebloskan AS ke dalam Notorious Market List sebagai perusahaan online yang memfasilitasi penjualan barang palsu dan bajakan di tahun 2021? Simak daftarnya berikut ini:

  1. 1337X
  2. 1FICHIER
  3. 2EMBED
  4. ALIEXPRESS
  5. BAIDU WANGPAN
  6. BESTBUYIPTV
  7. BLUEANGLEHOST
  8. BUKALAPAK
  9. CHALOOS
  10. CHOMIKUJ
  11. CUEVANA
  12. DHGATE
  13. DYTT8
  14. EGY.BEST
  15. FLOKINET
  16. FLVTO
  17. FMOVIES
  18. INDIAMART
  19. ISTAR
  20. LIBGEN
  21. MP3JUICES
  22. MPGH
  23. NEWALBUMRELEASES
  24. PELISPLUS
  25. PHIMMOI
  26. PINDUODUO
  27. POPCORN TIME
  28. PRIVATE LAYER
  29. RAPIDGATOR
  30. RARBG
  31. REVENUEHITS
  32. RUTRACKER
  33. SCI-HUB
  34. SHABAKATY
  35. SHOPEE
  36. SPIDER
  37. TAOBAO
  38. THEPIRATEBAY
  39. TOKOPEDIA
  40. UPLOADED
  41. VK
  42. WECHAT (WEIXIN) E-COMMERCE ECOSYSTEM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Bukalapak #Tokopedia #dan #Shopee #Masuk #Daftar #Pengawasan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts