Gojek dan GoTo Finansial Ajak UMKM Olah Minyak Jelantah Jadi Lebih Bermanfaat

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah dan limbah masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia.

Read More

Berdasarkan data Sistem Informasi Persampahan Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) pada 18 Januari 2020, total timbunan sampah nasional mencapai 65,7 juta ton per tahun atau setara dengan 13 juta gajah per tahun.

Dari jumlah tersebut, sampah makanan menjadi penyumpang terbesar, yakni 27,7 persen. Kemudian, sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga dengan kisaran 45,8 persen.

Salah satu penyumbang sampah terbesar adalah limbah rumah tangga yang dihasilkan oleh rumah tangga dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Limbah jenis ini dapat mencemari dan merusak ekosistem lingkungan.

Guna mengatasi hal tersebut, Gojek dan GoTo Financial (bagian dari Grup GoTo) bekerja sama dengan Kementerian LHK serta Waste4Change menyelenggarakan sustainability workshop bertema “#DariAksiKecil: Ubah Limbah Jadi Berkah, Kelola Minyak Jelantah secara Tepat” bagi mitra UMKM, Selasa (22/2/2022).

Head of Merchant Partnership and Brand Strategy Gojek Putri Rusli mengatakan, workshop tersebut mengajak pelaku usaha untuk mengolah limbah rumah tangga agar dapat memberi nilai tambah.

“Gojek dan GoTo Financial terus berupaya mendampingi para mitra untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah sebagai resolusi menyambut awal 2022,” tutur Putri pada acara workshop tersebut.

Inisiatif tersebut, lanjut Putri, merupakan aksi kecil untuk mengajak mitra usaha dan masyarakat melakukan langkah konkret terhadap kelestarian lingkungan.

DOK. KOMPAS.COM/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA. Head of Merchant Partnership and Brand Strategy Gojek Putri Rusli. .

Ia menjelaskan, workshop pengelolaan limbah minyak jelantah merupakan bagian dari edukasi GoGreener. Edukasi ini merupakan program dari GoTo yang mengajak dan memfasilitasi pelanggan, mitra usaha, dan mitra driver di ekosistemnya untuk dapat melakukan aksi yang lebih ramah lingkungan.

Edukasi GoGreener dilakukan melalui serial workshop #DariAksiKecil yang dilaksanakan selama Februari-Maret 2022.

“Setelah workshop ini, kami akan menyelenggarakan sustainability workshop lanjutan dengan tema menyulap minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan serta langkah menuju bisnis ramah lingkungan,” ujarnya.

Olah sampah dengan 3R

Pada kesempatan sama, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK Sinta Saptarina Soemiarno mengapresiasi upaya Gojek dan GoTo Financial yang mendukung program pengurangan sampah yang bekerja sama dengan pihaknya.

Untuk diketahui, inisiatif “Dari Aksi Kecil” tersebut adalah salah satu bentuk implementasi kolaborasi berkelanjutan Gojek dan Kementerian LHK melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Hari Peduli Sampah Nasional 2021.

Selain workshop tersebut, Gojek dan Kementerian LHK sudah bekerja sama terkait pengurangan sampah plastik, edukasi etika bisnis berkelanjutan, dan mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan kepada pelaku bisnis.

Sinta melanjutkan, solusi terhadap masalah sampah, bisa diterapkan melalui 3R, yakni mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle).

Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK Sinta Saptarina Soemiarno. DOK. KOMPAS.COM/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA. Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK Sinta Saptarina Soemiarno.

Menurutnya, solusi tersebut dapat diterapkan pelaku UMKM melalui sistem ekonomi sirkular untuk memanfaatkan sisa hasil produksi sampai tidak bisa digunakan lagi.

Sementara, masyarakat bisa mengalihfungsikan barang bekas menjadi barang lain yang berdaya guna. Sebagai contoh, menggunakan bahan dari baju bekas untuk diolah menjadi tas.

“Masyarakat bisa menerapkan gaya hidup minim sampah. Dengan demikian, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) hanya sedikit dan memang barang yang sudah tidak bisa digunakan lagi,” tutur Sinta

Daur ulang limbah minyak jelantah

Pengolahan limbah 3R bisa diterapkan pada minyak jelantah hasil rumah tangga atau produksi UMKM.

Pada sustainability workshop, Head of Communication & Engagement Waste4Change Hana Nur Auliana menjelaskan daur ulang limbah minyak jelantah dapat menjadi solusi mengatasi masalah lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh limbah tersebut.

Seperti diketahui, limbah minyak jelantah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan pada manusia.

Limbah tersebut dapat menyumbat saluran air dan menurunkan kadar oksigen di sungai atau kali yang tercemar. Akibatnya, banyak ikan mati di sungai yang tercemar limbah minyak jelantah.

Oleh karena itu, kata Hana, minyak jelantah jangan dibuang di saluran air. Jangan pula dibuang atau ditimbun di tanah.

Sebaiknya, limbah minyak jelantah didaur ulang karena dapat memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM. Limbah ini dapat diolah menjadi bahan bakar biodiesel, lilin, dan sabun.

Untuk mendaur ulang, pelaku UMKM tak perlu melakukannya sendiri. Pelaku usaha cukup menampung minyak jelantah sisa produksi. Saat menampung, saring minyak dari sisa-sisa gorengan agar mudah diolah.

Setelah tertampung banyak, lanjut Hana, minyak jelantah bisa disalurkan ke tempat penampungan dan penyimpanan minyak jelantah resmi. Saat ini, penampungan tersebut sudah tersedia di banyak tempat, salah satunya milik Waste4Change.

Pelaku UMKM dapat menyalurkan limbah minyak jelantah ke Waste4Change untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Kami akan melakukan pengangkutan secara berkala ke lokasi. Minimal volume minyak yang kami angkut sekitar 1 mobil pick-up atau kira-kira 20 jeriken. Minyak jelantah yang diangkut oleh Waste4Change akan disalurkan ke pabrik untuk diolah menjadi biodiesel,” katanya.

Hana menambahkan, selain minyak jelantah, Waste4Change juga menerima barang sisa konsumsi lain, seperti jeriken, botol sampo, sisa kosmetik, serta kardus.

#Gojek #dan #GoTo #Finansial #Ajak #UMKM #Olah #Minyak #Jelantah #Jadi #Lebih #Bermanfaat

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts