Kala Bos Dorna Membandingkan Era Valentino Rossi dengan Lionel Messi

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Bos Dorna Sports selaku promotor dan penyelenggara Kejuaraan Dunia Grand Prix, Carmelo Ezpeleta, membandingkan era MotoGP sepeninggalan Valentino Rossi dengan Barcelona yang tak lagi diperkuat Lionel Messi.

Read More

Menurut Carmelo Ezpeleta, perbandingan tersebut wajar tetapi ia tak khawatir MotoGP atau pun Barcelona akan kehilangan daya tarik sepeninggal dua mega bintang tersebut.

Apalagi, rekam jejak Valentino Rossi masih sangat terasa di grid MotoGP musim ini.
Tim VR46 Racing berpartisipasi di grid, begitu pula para riders yang sempat jadi anak didik Rossi di Akademi VR46.

Franco Morbidelli, Francesco Bagnaia, Luca Marini, dan Marco Bezzecchi adalah mereka-mereka di kelas premier yang pernah mendulang ilmu dari ranch balapan kenamaan The Doctor tersebut.

Valentino Rossi juga telah mengundang legiun suporternya untuk terus mendukung MotoGP walau ia telah pensiun.

Perbandingan pensiunnya Rossi dengan kepergian Messi dari Barcelona pun ditanyakan kepada Carmelo Ezpeleta dalam sebuah wawancara dengan SoloMoto.es.

Pertanyaan tersebut wajar, karena Ezpeleta merupakan warga asli Catalan yang lahir di kota Barcelona pada 1946.

“Perbandingan itu ada, tetapi saya tak meneteskan air mata untuk Rossi ataupun Messi,” ujar Ezpeleta.

“Keduanya merupakan sosok jenius yang akan selalu mendapatkan rasa terima kasih besar atas apa yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun lamanya.”

“Kepergian Rossi tidak membuat segalanya harus dimulai dari nol. Di MotoGP tak perlu itu.”
Ezpeleta pun sangat yakin bahwa masa depan Kejuaraan Dunia sangat aman karena mereka terus mencari bakat-bakat terbaik di grid.

“Para pebalap terbaik akan berkompetisi,” tuturnya.

“Benar bahwa ia telah menjadi panutan satu generasi, tetapi ia tak terlalu sukses dalam beberapa tahun belakangan.”

“Saya telah hidup melalui era pebalap-pebalap terbaik, seperti Mick Doohan dll. Saya selalu ada dan Kejuaraan Dunia selalu sangat kuat.”

Walau mencari penerus Rossi hampir sulit dilakukan, Ezpeleta kemudian ditanya apakah Pedro Acosta dapat menjadi penerus Marc Marquez.

“Saya tak khawatir apakah ia akan menjadi juara atau penerus seseorang pada suatu hari,” tuturnya.

“Berbicara seperti ini memberikan tekanan kepadanya yang tak akan bagus bagi sang pebalap.”

“Kita harus membiarkannya tumbuh dengan ritme yang ia dan timnya anggap cocok.”

PATRICIA DE MELO MOREIRA Pebalap Honda Red Bull KTM Ajo asal Spanyol Pedro Acosta merayakan juara dunianya di podium setelah memenangi balapan Moto3 Grand Prix Portugal di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, pada 7 November 2021.

Pedro Acosta merupakan pebalap berusia 17 tahun yang kini memperkuat Red Bull KTM di ajang Moto2.

Namanya meroket setelah menjuarai Moto3 2021 pada musim debutnya, menjadi pebalap pertama yang menorehkan prestasi tersebut setelah Loris Capirossi pada 1990.

Namun, Acosta belum bisa finis lebih tinggi dari peringkat ketujuh musim ini.

Ia pun menghuni peringkat kedelapan klasemen Moto2 dengan raihan 20 angka, terpaut 50 angka dari pimpinan klasmeen Celestino Vietti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Kala #Bos #Dorna #Membandingkan #Era #Valentino #Rossi #dengan #Lionel #Messi #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts