Melatih Anak Berpuasa, Hindari Hal-hal Ini!

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Setiap umat Muslim yang sudah dewasa, balig, dan sehat secara fisik, wajib hukumnya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Read More

Anak-anak tidak termasuk dalam kelompok yamg diwajibkan. Namun, mereka harus dipersiapkan dan dilatih agar ketika tiba waktu baginya berpuasa, ia sudah paham dan bisa menjalankannya.

Berikut ini beberapa hal terkait puasa pada anak dan cara atau metode melatih mereka melakukan ibadah puasa:

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dijalani oleh umat Muslim yang memenuhi syarat.

Salah satu di antaranya adalah sudah balig atau dewasa.

Ciri-cirinya, dilansir dari lamanĀ NU, jika laki-laki pernah keluar mani dari kemaluannya (mimpi basah), sementara jika perempuan pernah haid. Tidak ada patokan usia dalam hal ini.

Dikutip dariĀ , rata-rata anak laki-laki masuk masa pubertas pada usia 12 tahun, sementara perempuan di usia 11 tahun.

Jadi, seorang anak belum berkewajiban menjalankan puasa Ramadhan sebelum mengalami pubertas.

Berlatih puasa

Meski belum wajib, namun anak juga perlu untuk diperkenalkan juga dilatih menjalankan ibadah puasa, agar ketika waktunya tiba, mereka sudah tidak kaget dan paham apa yang harus mereka lakukan.

Di Indonesia, puasa Ramadhan memiliki durasi kurang lebih 13 jam sejak pagi hingga petang hari.

Ini adalah durasi yang tidak bisa dikatakan sebentar untuk anak menahan makan dan minum.

Tidak seperti shalat atau mengaji yang mungkin bisa diselesaikan dalam hitungan menit.

Oleh karenanya, anak-anak perlu dilatih untuk menjalankan puasa.

Kapan anak dilatih berpuasa?

FREEPIK/RAWPIXEL.COM Kurma adalah salah satu makanan yang mengandung karbohidrat tinggi yang secara alami cukup manis dan cocok dijadikan camilan atau makanan penutup.

Pertanyaan pun muncul, jika anak harus dilatih berpuasa, sejak kapan sebaiknya proses itu dimulai?

Sebenarnya tidak ada patokan pasti kapan anak sudah bisa mulai diajari berpuasa.

Dikutip dari The Asian Parent, pada umumnya latihan berpuasa pada anak banyak dimulai pada rentang usia 4-6 tahun.

Namun, jika mereka tampak belum siap atau kesulitan dalam mencobanya, maka orangtua harus maklum dan tidak dibenarkan untuk memaksanya.

Ingat, anak ini sedang berlatih. Puasa pun bukan didesain untuk dikerjakan oleh anak seusia mereka.

Usia 4-6 tahun bukan acuan baku, bisa saja anak baru mulai berlatih puasa ketika usianya 7, 8, atau yang lainnya.

Setiap anak berbeda. Itu yang perlu ditanamkan dalam diri orangtua.

Ada sejumlah metode yang bisa dilakukan untuk melatih anak berpuasa, mulai dari mengenalkan konsep puasa, apa dasar dan tujuannya, hingga memintanya secara perlahan untuk mencoba melakukannya.

1. Jelaskan apa itu puasa

Sebelum meminta anak berpuasa, terlebih dahulu berikan penjelasan kepada mereka apa itu puasa, manfaatnya, mengapa kita harus berpuasa, dan sebagainya.

Sampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Ketika anak mengerti apa makna di balik puasa, mengapa mereka harus melakukannya, ini akan memberi dorongan termotivasi bagi mereka untuk mencobanya.

2. Berikan motivasi dan dukungan

Ilustrasi mengajak anak berpuasaUnsplash/Bipin Saxena Ilustrasi mengajak anak berpuasa

Ketika anak sudah mau mencoba berpuasa, meski belum sempurna, tidak ada salahnya Anda memberikan penghargaan atau hadiah atas keberhasilan kecil yang anak capai.

Misalnya, ketika ia kuat berpuasa dari pagi hingga siang hari, beri dia pujian dan semangat agar bisa meningkatkannya.

Hal-hal semacam itu dapat membuat motivasi belajarnya kian bertambah.

3. Beri aktivitas

Saat anak mulai menjalani puasa, meski masih dalam masa berlatih, beri mereka beragam aktivitas yang dapat mengalihkan fokusnya dari rasa lapar dan haus menjadi fokus ke aktivitas yang sedang dikerjakan.

Jika mereka sudah memiliki agenda atau rutinitas aktivitasnya sendiri, maka biarkan mereka melakukannya seperti biasa.

Duduk diam ketika berpuasa hanya akan membuat kita menunggu kapan datangnya waktu berbuka dan fokus pada lapar yang terasa.

4. Ajarkan pola makan yang benar

Jangan lupa, ajarkan pola dan gaya makan yang benar pada anak yang sedang berlatih puasa.

Misalnya untuk tidak minum minuman yang dingin ketika sahur, karena itu akan membuat kita lebih mudah haus.

Atau, ajarkan untuk tidak terlalu banyak makan saat memulai buka puasa.

Makan berlebihan hanya akan membuat perut terasa tidak nyaman dan kita terganggu dalam menjalankan ibadah selanjutnya.

Dengan penerapan pola makan yang baik dan benar, munculnya kesan-kesan negatif terkait puasa pada benak anak bisa diminimalisasi.

Apa yang perlu dihindari?

Suasana santap buka puasa di pondok pesantren beralaskan daun pisang, Jumat (8/4/2022)KOMPAS.com/Miftahul Huda Suasana santap buka puasa di pondok pesantren beralaskan daun pisang, Jumat (8/4/2022)

Hal yang dihindari saat melatih anak berpuasa.

Ketika melatih anak untuk berpuasa pastikan Anda tidak melakukan beberapa hal yang justru bisa kontraproduktif dan membuat anak enggan melanjutkan proses latihannya.

Hal-hal tersebut, antara lain:

1. Memaksa

Orangtua hendaknya mengajak anak secara perlahan, memberi contoh atau pemahaman, serta arti penting puasa hingga akhirnya anak sukarela mempelajari dan mencoba melakukannya.

Jika anak belum bersedia, maka jangan paksakan kehendak Anda agar ia melakukannya.

Memaksakan kemauan seperti ini hanya akan membuat anak merasa tertekan dan tidak senang menjalani latihan puasa.

Meski aturan puasa sesungguhnya adalah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, namun jika anak belum sanggup melakukannya, jangan paksa ia untuk melakukan puasa hingga tuntas.

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau kelelahan akibat menjalankan puasa, maka biarkan ia mengakhiri puasanya.

Jika orangtua memaksa anak untuk tetap melanjutkan puasa dalam kondisi seperti itu, dampaknya justru bisa membahayakan.

2. Membandingkan dengan anak lain

Hal terlarang kedua bagi orangtua yang memiliki anak yang sedang berlatih puasa adalah jangan pernah membandingkannya dengan anak lain atau saudaranya.

Berlatih puasa adalah proses belajar, bukan pertandingan atau kompetisi di mana yang lebih cepat belajar adalah yang lebih baik.

Jadi, biarkan anak Anda berjalan dengan prosesnya yang pasti tidak sama dengan proses anak yang lainnya.

3. Melakukan aktivitas fisik yang kuat

Ketika mengajak anak belajar berpuasa, jangan ajak atau biarkan anak melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga.

Misalnya berlarian, beraktivitas di bawah terik matahari, dan sebagainya.

Tapi, jangan lantas meminta mereka untuk duduk diam dan menunggu waktu berbuka.

Biarkan saja mereka terus beraktivitas melakukan kegiatan yang biasanya mereka lakukan.

Misalnya sekolah, menonton televisi, bermain games, dan sebagainya.

Melakukan kegiatan seperti ini cukup efektif untuk membunuh waktu dan mengalihkan fokus anak yang lapar atau haus menjadi ke kegiatan lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Melatih #Anak #Berpuasa #Hindari #Halhal #Ini #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts