Laba BUMN Ini Naik 500 Persen, dari Rugi Kini Untung Rp 4,64 Triliun

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 4,64 triliun pada tahun buku 2021.

Dengan capaian tersebut, perusahaan induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perkebunan ini tak lagi menderita kerugian seperti periode sebelumnya.

Catatan kinerja PTPN Group tersebut berdasarkan hasil Laporan Keuangan Audited yang baru saja dirilis oleh KAP Purwantono, Sungkoro dan Surja (EY) pada tanggal 8 April 2022.

Jika dibandingkan dengan tahun 2020, maka laba PTPN Group meningkat sebesar Rp 5,73 triliun atau naik sekitar 500 persen. Pada tahun 2020 lalu, PTPN Group rugi sebesar Rp 1,14 triliun.

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp 14,18 triliun, atau naik sebesar 206,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau 124,26 persen di atas yang dianggarkan pada tahun 2021.

Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani menjelaskan, peningkatan kinerja perusahaan ini adalah buah dari keberhasilan program transformasi yang telah dijalankan perusahaan sejak 2 tahun terakhir.

“Upaya transformasi PTPN berhasil memberikan dampak positif pada kinerja keuangan PTPN Group pada tahun 2021,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (14/3/2022).

Ia menjelaskan, peningkatan laba bersih perusahaan ditunjang oleh peningkatan pendapatan perusahaan, dari Rp 39,39 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 53,57 triliun atau naik 36 persen.

“Kami akan terus memacu pertumbuhan pendapatan usaha, melalui peningkatan produksi dan produktivitas, serta optimalisasi operasional baik di hulu maupun hilir,” bebernya.

Pada komoditas tebu dan gula misalnya, pihaknya akan fokus meningkatkan produktivitas lahan tebu serta merevitalisasi pabrik gula melalui anak perusahaan yang baru didirikan yaitu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Restrukturisasi organisasi, resrukturisasi utang, program transformasi EBITDA, serta transformasi digital, menjadi faktor utama keberhasilan transformasi PTPN Group.

Salah satu program kunci transformasi yang paling berperan adalah restrukturisasi utang, dengan melakukan perbaikan kinerja keuangan agar tercapai bisnis yang berkelanjutan, komprehensif, dan transparan.

Manajemen PTPN Group mampu memperbaiki kesehatan finansial perusahaan. Salah satunya adalah menurunkan liabilitas jangka pendek melalui program restrukturisasi utang kepada perbankan.

Pada tahun 2020, total liabilitas jangka pendek jatuh tempo sebesar Rp 38,19 triliun, pada tahun 2021 turun menjadi Rp 20,03 triliun.

Turunnya liabilitas jangka pendek ini membuat manajemen mampu membiayai ekspansi bisnis, dan memperbaiki arus kas (cash flow), serta memberikan ruang kepada perusahaan untuk meningkatkan belanja modal.

“Program Transformasi EBITDA yang mulai digulirkan pada awal triwulan II tahun 2021, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian kinerja di tahun 2021,” jelasnya.

“Hasilnya adalah tercapainya peningkatan revenue dan efisiensi biaya dan operasional dengan melakukan perbaikan-perbaikan fundamental untuk keberlangsungan bisnis sehingga dapat menjadi juara,” sambung Ghani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Laba #BUMN #Ini #Naik #Persen #dari #Rugi #Kini #Untung #Triliun #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts