Drama Ganjar Pranowo-PDIP, Mungkinkah Keduanya Berpisah pada Pemilu 2024?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Drama antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan kembali ramai diperbincangkan.

Read More

Kali ini, Ganjar tak diundang dalam acara halalbihalal DPD PDI-P Jateng yang berlangsung pada 7 Mei 2022.

Padahal, Ganjar merupakan kader PDI-P dan menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, acara halalbihalal ini hanya melibatkan kepala daerah dan struktur partai di tingkat kabupaten atau kota di Jateng.

Bukan kali ini saja, Ganjar sebelumnya juga pernah tak diundang dalam acara HUT ke-48 PDI-P yang digelar di Panti Marhaen Semarang tahun lalu.

Karena itu, banyak pihak menilai Ganjar seakan-akan “dianaktirikan” oleh PDI-P.

Mungkinkah keduanya akan berpisah di Pemilu 2024, dan bagaimana nasib Ganjar selanjutnya?

Ganjar dan PDI-P

KOMPAS.com/pemprov jateng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat acara Ramadan Fest, UKM Virtual Expo (UVO) 2022 dengan tema UKM Wow Anti Selow, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (18/4/2022).

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, sangat mungkin keduanya akan berpisah pada pemilu mendatang.

“Tapi itu semua tergantung pada Ganjar, bukan PDI-P. Karena sampai saat ini PDI-P melihat Ganjar sebagai salah satu kader terbaiknya,” kata Hendri kepada Kompas.com, Minggu (15/5/2022).

Dalam pandangan Hendri, Ganjar sebaiknya tetap berada di PDI-P, mengikuti dinamika di dalamnya, dan menjadi tim sukses pemenangan partai.

Sebab, tingginya elektabilitas yang didapat Ganjar saat ini tak lepas dari perjuangan dan kesolidan loyalis PDI-P.

Tak menutup kemungkinan, nasib Ganjar akan berbeda ketika ia berpisah dengan PDI-P.

“Kenapa saya katakan demikian? Jateng itu kan kandangnya PDI-P. Dia menjadi gubernur dua periode murni karena kesolidan kader PDI-P Jateng,” jelas dia.

“Sudah ada yang merasakan diusung PDI-P kemudian pindah partai dan akhirnya kalah, yaitu Bibit Waluyo yang dikalahkan Ganjar,” sambungnya.

Apabila memilih tetap di PDI-P, Ganjar harus menerima proses yang ada di dalamnya dan menerima kemungkinkan tidak dicalonkan dalam Pemilu 2024.

Terlepas dari itu, Hendri menyebut fokus PDI-P saat ini adalah memenangkan Pemilu 2024.

“Megawati berkali-kali mengajak kadernya untuk hattrick jadi pemenang. Jadi kemungkinan fokusnya lebih pada pemenangan PDI-P,” ujarnya.

“Kalau kemudian ada kader atau capres yang didukung menang, mungkin ini bonus buat Megawati,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Drama #Ganjar #PranowoPDIP #Mungkinkah #Keduanya #Berpisah #pada #Pemilu #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts