KKP: 8 Investor Dalam Negeri Lirik Pengembangan Industri Perikanan di Indonesia Timur

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan, terdapat 8 investor dalam negeri yang menunjukkan minatnya untuk menanamkan investasi senilai Rp 56 miliar untuk mengembangkan industri perikanan di Indonesia timur.

Read More

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan, rencananya investor dalam negeri tersebut akan mengembangkan usaha di bidang budidaya udang, pengolahan ikan, dan pemasaran rumput laut.

“Alhamdulillah, 8 investor berminat untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan di wilayah Indonesia timur,” kata dia dalam siaran pers, dikutip Kompas.com, Selasa (2/8/2022).

Ia menambahkan, wilayah yang dilirik oleh investor tersebut meliputi Kabupaten Sumbawa dengan minat investasi budidaya udang senilai Rp 80 miliar serta pengolahan tuna dan rajungan senilai Rp 10 miliar.

Kemudian, pembangunan pabrik es senilai Rp 500 juta dan pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI) untuk produk ikan segar serta ikan beku senilai Rp 45 miliar untuk Kabupaten Mimika.

Sementara untuk Kabupaten Flores Timur, investor berminat untuk investasi di UPI senilai Rp 20 miliar dan juga pembangunan pabrik es senilai Rp 500 juta.

“Tentu ini kabar baik dan pasti akan kami tindak lanjuti,” imbuh dia.

Senada, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto memastikan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Di saat bersamaan, dia siap mendampingi para investor yang telah mengajukan minat investasi agar dapat merealisasikan investasinya.

“Sesuai arahan dan kebijakan kami, bahwa ini akan segera kita koordinasikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

Genjot Investasi, Menteri KKP Mau Merampingkan Birokrasi Perizinan

Dalam kegiatan promosi peluang investasi di Makassar beberapa waktu lalu, Catur memastikan PDSPKP juga menawarkan kesempatan untuk berinvestasi di Kota Parepare.

Merujuk RJPMN 2019, Kota Parepare telah diarahkan untuk menjadi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan fokus sebagai pusat industri pengolahan.

Penetapan ini bertujuan untuk mendorong kegiatan ekonomi dan agroindustri di kawasan sekitarnya seperti Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang. Selain itu, Kota Parepare juga termasuk dalam kawasan strategis nasional (KAPET).

“Potensi perikanan Kota Parepare terdiri dari usaha perikanan tangkap, pengolahan dan budidaya. Untuk potensi tambak sebesar 64 Ha dan kolam 3.355 Ha, tentu ini juga peluang investasi yang kami tawarkan,” jelasnya.

Sebagai informasi, KKP memperkirakan investasi di bidang kelautan dan perikanan Indonesia sepanjang semester I tahun 2022 mencapai Rp 4,04 triliun, atau meningkat 36,29 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#KKP #Investor #Dalam #Negeri #Lirik #Pengembangan #Industri #Perikanan #Indonesia #Timur #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts