[POPULER TREN] Penjelasan Mengenai Otak Brigadir J yang Berpindah ke Perut | Dampak Badai Matahari bagi Bumi

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Meski hasil otopsi kedua Brigadir J belum resmi keluar, namun bocoran kabar mengenai otak Brigadir J yang berpindah ke perut menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Read More

Banyak masyarakat yang penasaran, bagaimana organ di dalam kepala bisa berpindah ke dalam perut.

Karena itulah, berita mengenai penjelasan dokter ahli forensik terhadap kasus tersebut menjadi berita terpopuler laman Tren sepanjang Rabu (4/8/2022).

Selain itu, ada pula berita mengenai mitigasi bencana terkait potensi gempa dan tsunami Cilacap dan dampak badai Matahari terhadap Bumi yang juga menjadi berita terpopuler Tren.

Berikut selengkapnya:

1. Ramai soal otak Brigadir J yang ada di perut

Warganet ramai memperbincangkan soal bocoran hasil otopsi kedua Brigadir J, yaitu mengenai organ otak Brigadir J yang pindah ke perut dan tidak berada di dalam rongga kepala.

Banyak warganet yang mempertanyakan bagaimana organ yang ada di kepala bisa berpindah sangat jauh hingga merosot ke dalam perut.

Terkait hal ini, dokter ahli forensik dari Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS), dr Novianto Adi Nugroho, mengatakan bahwa proses pemindahan otak jenazah dari kepala ke perut adalah hal yang biasa, dan tidak ada aturan khusus.

Mengenai penjelasan lebih detail, ada di artikel berikut: 

2. Penduduk surga sebagian besar bangsa Indonesia, kecuali…

Tulisan kolom oleh Ari Junaedi, Dokter Komunikasi Politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama ini juga menjadi berita terpopuler laman Tren. 

Kabar sedih dikatakan masih terus ada di bumi Indonesia. Salah satunya soal tiga warga di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lany Jaya, Papua yang meninggal dunia dan ratusan lainnya menderita karena kelaparan akibat musibah kekeringan yang terjadi sejak awal Juni lalu.

Merujuk data Word Food Programme (WFP), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan atau kelaparan akut di tingkat global melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini, jumlah warga yang mengalami kerawanan pangan akut mencapai 276 juta.

Berita penemuan timbunan bantuan sosial sembako presiden yang berisikan beras, tepung terigu dan telur di Depok, Jawa Barat pada 29 Juli 2022 lalu, adalah sebuah ironi di sela berita kelaparan yang masih ada di sana-sini. 

 

3. Contoh mitigasi tsunami terkait potensi tsunami Cilacap

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir Cilacap, Jawa Tengah, untuk selalu waspada terkait adanya potensi gempa disertai tsunami setinggi 10 meter.

Mengenai potensi gempa dan tsunami, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengungkapkan jika pernyataan itu berdasarkan hasil pemodelan numerik dari kajian saintifik terkait potensi tsunami di selatan Jawa.

Meski begitu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tenang. Menurut Ajie, seluruh pihak masih memiliki waktu untuk menyiapkan diri dan menata mitigasi bencana sebaik mungkin.

Fenomena badai Matahari menghantam Bumi pada Rabu (3/8/2022) kemarin. Dilansir dari Live Science, badai Matahari ini disebabkan adanya angin Matahari dengan kecepatan tinggi yang berasal dari lubang di atmosfer Matahari.

Angin ini akan menghantam medan magnet Bumi dan memicu badai geomagnetik G-1 kecil.

Imbas dari badai Matahari pada hari Rabu kemarin cukup kecil, salah satunya adalah adanya gangguan pada sinyal internet dan juga GPS.

Pada Rabu (3/8/2022), PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Tiga jenis BBM non subsidi yang mengalami penyesuaian harga adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting membenarkan adanya penyesuaian harga BBM non subsidi tersebut.

Disebutkan harga BBM non subsidi mengalami fluktuatif mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas, terutama harga minyak dunia atau ICP.

Untuk harga masing-masing BBM, bisa disimak di artikel berikut:

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#POPULER #TREN #Penjelasan #Mengenai #Otak #Brigadir #yang #Berpindah #Perut #Dampak #Badai #Matahari #bagi #Bumi #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts