5 Tradisi Unik 17 Agustus di Berbagai Wilayah di Indonesia

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Menyambut hari Kemerdekaan RI, masyarakat di seluruh penjuru Indonesia merayakan dengan sejumlah kegiatan. 

Read More

Sejumlah tradisi yang selama dua tahun terakhir tidak terlaksana karena masih dalam masa pandemi mulai bisa dilaksanakan. 

Seperti lomba-lomba di kampung dan tradisi yang sudah dilakukan turun-temurun menyambut Hari Kemerdekaan. 

Tradisi unik 17 Agusutus-an

Dikutip dari Wonderful Indonesia, berikut adalah beberapa tradisi unik yang digelar masyarakat untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia:

1. Tirakatan

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Jawa, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Tirakatan.

Tirakatan adalah tradisi wajib yang biasa dilakukan setiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini biasanya dihadiri oleh para sesepuh dan pejabat desa, serta warga setempat.

Susunan acaranya meliputi pembacaan sajak atau mengenang jasa pahlawan, mengheningkan cipta, doa bersama, lalu kemudian dilanjutkan dengan makan bersama satu kampung.

Biasanya, dalam acara ini juga akan ada penyerahan hadiah untuk berbagai macam lomba yang sudah diadakan sebelumnya.

2. Pacu Kude di Aceh

Tradisi Pacu Kude atau pacuan kuda merupakan tradisi yang dimainkan setelah musim panen oleh masyarakat Aceh pada masa kolonial Belanda.

Namun setelah kemerdekaan pada 1956, pemerintah setempat resmi mengambil alih penyelenggaraan tradisi Pacu Kude.

Sejak saat itu, masyarakat Aceh mengganggap Pacu Kude sebagai simbol perjuangan rakyat untuk mendapat kemerdekaan.

Oleh sebab itu, tradisi Pacu Kude terus dilakukan dalam rangkat merayakan HUT RI setiap tahunnya.

 

3. Lomba Dayung Perahu Naga di Banjarmasin

SETPRES/AGUS SUPARTO Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/12/2021). Peresmian itu dilakukan sembari Jokowi naik perahu naga di bendungan tersebut, yang kehadirannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dalam rangka mendukung kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan.

Lomba Dayung Perahu Naga adalah sebuah perlombaan hiburan untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

Lomba yang rutin dilakukan setiap tahunnya itu dilakukan di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selain untuk menyambut hari kemerdekaan, Lomba Dayung Perahu Naga juga menjadi sarana unuk mencari bibit-bibit pendayung andal.

Perlu diketahui, meskipun dilakukan untuk menyambut hari kemerdekaan, namun Lomba Dayung Perahu Naga sudah ada sejak 1924.

4. Obor Estafet di Semarang

Tradisi Obor Estafet dilakukan oleh warga Kelurahan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah.

Tradisi yang sudah dilakukan lebih dari 30 tahun ini dilakukan dengan perlombaan berlari membawa obor secara estafet oleh para pelari terbaik di Semarang.

Obor sendiri dianggap sebagai simbol semangat dari para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sehingga, lewat tradisi Obor Estafet diharapkan dapat membuat masyarakat mencontoh semangat para pahlawan dan melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.

5. Pawai Jampana di Bandung

Tradisi Pawai Jampana dilakukan untuk menyambut HUT RI oleh masyarakat Bandung, Jawa Barat.

Pawai Jampana adalah sebuah pawai puluhan tandu besar yang berisikan aneka hasil bumi, hasil kerajinan dan berbagai makanan.

Nantinya hasil panen yang berada di dalam tandu akan diperebutkan oleh masyarakat yang mengikuti pawai.

Sedangkan makanan yang berada di dalam tandu akan disantap secara bersama-sama sebagi wujud persatuan dan kekompakan.

 

6. Peresean di Lombok

Tradisi Peresean setiap tahun dilakukan oleh masyarkat Lombok dalam rangka menyambut HUT RI.

Peresean sendiri adalah kesenian tradisional Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tradisi ini digelar dengan melakukan lomba Peresean oleh para pepadu (jagoan) terkenal untuk adu ketangkasan dan saling serang dengan senjata rotan serta perisai yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau.

Meskipun termasuk ke dalam keseian tradisional ekstrim, namun Peresean memiliki makna persaudaraan dan sikap ksatria seorang laki-laki.

7. Barikan

Warga memanjatkan doa bersama saat menggelar tradisi Barikan di Dusun Pliringan, Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). Tradisi untuk menyambut tahun baru islam 1442 H dengan menggelar doa bersama kemudian dilanjutkan saling bertukar makanan seperti nasi dan lauk pauk, ingkung, buah-buahan hingga camilan itu sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta untuk mempererat kerukunan antarwarga.ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO Warga memanjatkan doa bersama saat menggelar tradisi Barikan di Dusun Pliringan, Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). Tradisi untuk menyambut tahun baru islam 1442 H dengan menggelar doa bersama kemudian dilanjutkan saling bertukar makanan seperti nasi dan lauk pauk, ingkung, buah-buahan hingga camilan itu sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta untuk mempererat kerukunan antarwarga.

Barikan adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh warga Malang setiap tanggal 16 Agustus malam.

Acara ini merupakan syukuran di setiap kampung atau lingkungan warga. Dalam acara ini, biasanya akan ada acara doa bersama, renungan kemerdekaan, menyanyikan lagu kebangsaan, dan makan bersama.

Acara ini dilakukan sebagai wujud syukur serta ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antar tetangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Tradisi #Unik #Agustus #Berbagai #Wilayah #Indonesia #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts