Gejala Awal Kanker Payudara dan Langkah Deteksi Dini

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Read More

Gejala kanker payudara dapat berbeda-beda pada setiap orang. Bahkan, sebagian besar orang tidak mengalami gejalanya sama sekali.

Kasus kanker payudara di Indonesia

Di Indonesia, kanker payudara menjadi salah satu penyumbang kematian pertama yang disebabkan kanker serta jumlah pasiennya yang menempati urutan pertama terbanyak.

Dikutip dari situs Kemenkes RI, data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6 persen) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia.

Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22.000 jiwa kasus.

”70 persen dideteksi sudah di tahap lanjut, kalau kita bisa mendeteksi di tahap awal mungkin kematiannya bisa kita tanggulangi,” kata Elvida Sariwati, Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dalam Temu Media Hari Kanker Sedunia, Rabu (2/2/2022).

Padahal sekitar 43 persen kematian akibat kanker bisa dikalahkan manakala pasien rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker.

Lantas, apa saja gejala awal kanker payudara?

 

Dikutip dari Cancercenter, pada umumnya, munculnya benjolan tanpa rasa sakit di payudara adalah gejala awal dari kanker payudara.

Meski demikian, beberapa tak memiliki tanda atau gejala sama sekali.

Hal ini karena pada tahap awal kanker payudara, benjolan mungkin berukuran kecil sehingga tak terlihat dengan sentuhan maupun mata telanjang.

Karena itulah pemeriksaan kanker payudara menggunakan mammogram menjadi penting.

Selain adanya benjolan, gejala awal dari kanker payudara bisa bervariasi pada setiap orang yakni:

  • Muncul perubahan pada kulit seperti adanya pembengkakan, kemerahan atau perbedaan lain yang teramati di satu atau kedua payudara
  • Terjadi peningkatan ukuran maupun perubahan bentuk payudara
  • Salah satu atau kedua puting terlihat berbeda
  • Muncul cairan dari puting selain ASI
  • Nyeri pada bagian manapun dari payudara
  • Adanya benjolan atau nodus yang terasa di dalam payudara

Sementara itu, kanker payudara yang lebih invasif mungkin juga akan memunculkan sejumlah gejala yakni:

  • Payudara teriritasi atau gatal
  • Perubahan warna
  • Peningkatan ukuran atau bentuk payudara dalam waktu singkat
  • Lebih keras, lembut atau hangat saat disentuh
  • Terlihat mengelupas pada bagian puting
  • Adanya benjolan atau penebalan payudara
  • Adanya kemerahan

Meski demikian, gejala-gejala tersebut bisa jadi adalah kondisi lain seperti akibat eksem maupun pembengkakan kelenjar getah bening.

Karenanya sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk memastikan gejala.

 

Penyebab kanker payudara

Kanker payudara bisa terjadi ketika beberapa sel payudara mulai tumbuh secara tidak normal.

Sel-sel ini membelah lebih cepat dibandingkan sel-sel sehat dan terus menumpuk membentuk gumpalan atau massa.

Selanjutnya sel tersebut menyebar ke kelenjar getah bening atau ke bagian lain.

Para peneliti menilai sejumlah faktor bisa menjadi penyebab dari kanker payudara.

Beberapa penyebab di antaranya adalah faktor hormonal, gaya hidup dan lingkungan.

Meski demikian sejauh ini tak jelas mengapa seseorang bisa mengembangkan kanker.

Hal lain yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker payudara adalah adanya faktor keturunan.

Berikut ini sejumlah terjadinya kanker payudara:

  1. Perempuan
  2. Usia yang bertambah
  3. Riwayat keluarga
  4. Paparan radiasi
  5. Kegemukan
  6. Mulai menstruasi di usia lebih muda sebelum 12 tahun
  7. Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua dari 30 tahun
  8. Belum pernah hami
  9. Minum alkohol

Deteksi gejala awal kanker payudara penting dilakukan agar tak terlambat melakukan penanganan.

Dikutip dari laman Kemkes, terdapat cara untuk deteksi dini kanker payudara yang disebut dengan langkah “Sadari” yang bisa dilakukan 7-10 hari usai menstruasi.

Adapun cara deteksi dini kanker payudara yakni:
1. Berdiri tegak, amati apakah ada bentuk yang berubah atau ada permukaan kulit yang terlihat berbeda

2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan ke belakang kepala lalu lanjut dorong siku ke depan dan belakang lalu cermati bentuk dan ukuran payudara

3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda.

4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.

5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.

6. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Gejala #Awal #Kanker #Payudara #dan #Langkah #Deteksi #Dini #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts