Apakah Sebaiknya Seleksi Jalur Mandiri Masuk PTN Dihapuskan?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Eks Rektor Universitas Negeri Lampung (Unila) Karomani ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga menerima suap sebesar Rp 5 miliar dari penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri.

Read More

Buntut kejadian itu, muncul desakan dari beberapa pihak untuk menghapus seleksi jalur mandiri masuk perguruan tinggi negeri (PTN), salah satunya dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

Lantas, apakah sebaiknya seleksi jalur mandiri masuk PTN dihapuskan?

Seleksi mandiri PTN perlu dihapus

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai, seleksi jalur mandiri masuk PTN perlu dihapus.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, seleksi mandiri merupakan jalur yang paling rawan adanya praktik korupsi.

“Jadi saya setuju dihapus saja. Jalur mandiri memang paling rawan (praktik korupsi),” ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/8/2022).

Ina menyebut, pada seleksi jalur mandiri, banyak pihak rela menghalalkan segala cara demi masuk PTN yang diinginkan.

“Isinya udah kumpulan orang-orang yang makin kepepet karena tidak diterima SNMPTN dan SBMPTN. Jadi rela bayar,” katanya.

Terlebih, apabila oknum-oknum bagian penerimaan pihak kampus tidak memiliki moral yang cukup kuat untuk menerima atau menolak.

 Seleksi jalur mandiri tidak sesuai zaman

KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Sejumlah pewarta menunggu di Gedung Rektorat Universitas Lampung. Rektor Universitas Lampung Karomani ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Bandung, Sabtu (20/8/2022) dini hari.

Ia berpendapat, saat ini terlalu banyak jalur seleksi untuk masuk PTN di Indonesia.

Untuk seleksi jalur mandiri, disebutnya sudah tidak sesuai zaman lagi.

“Di samping rawan korupsi, kasihan anak-anak kita harus tes berulang-ulang. Apalagi jalur mandiri harus hadir di kampus bersangkutan, sudah tidak sesuai zaman lagi,” tuturnya.

Selain jalur seleksi mandiri, Ina sepakat bila uang pangkal juga dihapus.

Menurutnya, PTN harus lebih kreatif dalam mencari pendanaan, tidak hanya mengandalkan dana dari mahasiswa saja.

“Uang pangkal juga harusnya tidak ada. Untuk mendapat dana, sudah saatnya PTN lebih kreatif, jangan hanya mengandalkan dana dari calon mahasiswa, malah menerima calon mahasiswa yang kualitasnya kurang, apalagi untuk jurusan-jurusan berisiko tinggi bagi hajat hidup orang banyak seperti kedokteran dan pendidikan,” bebernya.

Di luar negeri tidak ada uang pangkal

Ina menjelaskan bahwa di luar negeri tidak ada uang pangkal untuk masuk universitas.

Ia pun menyarankan dengan mekanisme penentuan nilai minimum.

“Tentukan aja nilai minimum masuk tiap jurusan berapa beserta mapel yang harus diambil (subject pre requisite). Jadi transparan, hasil tes siswa berapa, kalo tidak memenuhi tapi tetap diterima, melacak kemungkinan korupsi lebih mudah,” ujarnya.

“Sudah saatnya kita bersih-bersih, jadikan momentum Unila ini kesempatan untuk merombak sistem penerimaan di PTN,” tandas Ina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Apakah #Sebaiknya #Seleksi #Jalur #Mandiri #Masuk #PTN #Dihapuskan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts