Ketua DPRD DKI Sebut Helipad yang Diduga Ilegal di Kepulauan Seribu Sudah Dibongkar

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, landasan helikopter atau helipad di Kepulauan Seribu sudah dibongkar.

Ia menduga, helipad yang diduga ilegal tersebut dibongkar oleh orang suruhan Bupati Kepulauan Seribu Junaedi.

“Dulu kan saya sidak ke pulau tanggal berapa gitu, lalu saya datang lagi kemarin saya datang melihat apa namanya landasan parkir helipad sudah dirusak,” kata Prasetyo si Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (29/8/2022).

“Maksud tujuannya apa? Pas ke sana kan masih bersih masih bisa digunakan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Pras itu mencurigai ada sesuatu yang dilakukan pihak bupati hingga akhirnya memutuskan untuk membongkar helipad tersebut.

Pras menduga bahwa selama ini telah terjadi ‘permainan’ antara Pemerintahan Kepulauan Seribu dengan pihak swasta terkait penyewaan helipad.

Fakta Baru Temuan Helipad di Kepulauan Seribu, Dibuat untuk Tarik Wisatawan dan Pernah Dipakai TNI-Polri

“Curiga saya swasta kasih uang ke bupati, ‘Nih lu bangun ini (helipad) karena enggak dipakai gue sewa’ uangnya dikantongi. Terus dihancurin, dibenerin pake APBD lagi betulinnya,” ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menjelaskan soal temuan helipad di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu.

Penjelasan itu disampaikan dalam rapat evaluasi serapan anggaran kuartal II Tahun Anggaran 2022 di Ruang Rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta, Senin (11/7/2022).

Menurut dia, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki sebuah wisata religi di Pulau Panjang, yakni Masjid Sultan Mahmud Zakaria.

“Sudah kami launching bahwa di Pulau Panjang ada wisata religi, (yaitu) Masjid Sultan Mahmud Zakaria,” papar Junaedi saat rapat.

Ia menyatakan, karena di Pulau Panjang tak terdapat akses jalan menuju Masjid Sultan Mahmud Zakaria, pemerintah setempat mengecat helipad di pulau tersebut.

Menurut Junaedi, helipad itu merupakan akses jalan untuk menuju ke masjid tersebut.

“Di sana enggak ada trotoar, jadi kami cat. Helipad yang kami cat untuk merapikan akses jalan menuju masjid,” kata dia.

Ia menyatakan, salah satu fungsi helipad itu adalah untuk keindahan.

Oleh karena itu, ia berharap keberadaan helipad tersebut bisa memudahkan wisatawan untuk berwisata religi ke Masjid Sultan Mahmud Zakaria.

“Jadi harapan kita ke depan bisa ada helikopter yang dari Bandara Pondok Cabe (di Tangerang Selatan), Bandara Halim Perdana Kusuma (di Jakarta Timur) untuk mendarat, dan destinasi wisata di Pulau Panjang,” kata Junaedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Ketua #DPRD #DKI #Sebut #Helipad #yang #Diduga #Ilegal #Kepulauan #Seribu #Sudah #Dibongkar #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts