Penyakit Nyeri Dada – Gejala, Penyebab, Pengobatan

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Nyeri dada dapat menjadi gejala dari berbagai penyakit jantung atau penyakit lainnya.

Meskipun terdapat beberapa kemungkinan penyebab nyeri dada yang berbahaya, sebagian besar lainnya tidak berbahaya.

Rasa nyeri yang timbul juga dapat bervariasi pada:

  • kualitas
  • intensitas
  • durasi.

Nyeri dada dapat terasa tajam, menusuk, atau nyeri tumpul.

Gejala

Selain nyeri dada, terdapat gejala lain yang mungkin muncul dan membantu dokter membuat diagnosis.

Gejala yang berhubungan dengan jantung

  • tekanan dada atau sesak
  • nyeri punggung, rahang, atau lengan kelelahan
  • pusing
  • sesak napas
  • sakit perut
  • mual
  • nyeri saat beraktivitas.

Gejala yang tidak berhubungan dengan jantung

  • rasa asam di mulut
  • rasa sakit setelah menelan atau makan
  • kesulitan menelan
  • rasa sakit yang timbul saat tubuh dalam posisi tertentu
  • rasa sakit saat bernapas dalam-dalam atau batuk
  • nyeri dan ruam
  • demam
  • sakit
  • panas dingin
  • pilek
  • batuk
  • perasaan panik atau cemas
  • hiperventilasi
  • sakit punggung yang menjalar ke bagian depan dada.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Penyebab

Jika terasa nyeri pada dada, mungkin hal pertama yang terlintas adalah serangan jantung.

Meskipun nyeri dada adalah tanda pasti dari serangan jantung, ada hal lain yang dapat menyebabkan sakit yang serupa.

Beberapa penyebab lain dari nyeri dada, yaitu:

  • mulas atau gangguan pencernaan
  • dada terkilir atau tegang
  • kecemasan atau serangan panik
  • infeksi dada atau pneumonia
  • herpes zoster.

Selain itu, masalah jantung paling umum yang menyebabkan nyeri dada dapat meliputi:

  • perikarditis: rasa sakit tajam yang tiba-tiba, menusuk saat bernapas dalam-dalam tau berbaring
  • angina atau serangan jantung: gejala mirip dengan perikarditis tapi mengancam jiwa.

Selain itu, faktor risiko dapat meliputi:

  • merokok
  • obesitas (kelebihan berat badan)
  • memiliki tekanan darah, diabetes, atau kolesterol tinggi
  • riwayat serangan jantung atau angina pada anggota keluarga di bawah 60 tahun.

Diagnosis

Beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter, yaitu:

  • Elektrokardiogram (EKG atau ECG), merekam aktivitas listrik jantung
  • Tes darah,¬†mengukur kadar enzim
  • Rontgen dada,¬†memeriksa jantung, paru-paru, dan pembuluh darah
  • Ekokardiogram,¬†menggunakan gelombang suara untuk merekam gambar jantung yang bergerak
  • MRI, digunakan untuk mencari kerusakan pada jantung atau aorta
  • Tes stres, mengukur fungsi jantung setelah aktivitas
  • Angiogram, untuk mencari penyumbatan tertentu.

Perawatan

Perawatan akan tergantung pada kondisi yang mendasari terjadinya nyeri dada.

Jika dokter telah mengenyampingkan penyebab serius, berikut hal yang dapat dilakukan untuk penanganan:

  • ikuti saran dokter
  • beristirahat jika merasa lelah
  • tingkatkan aktivitas secara perlahan, sesuai kemampuan
  • tidak perlu membatasi pekerjaan atau aktivitas berat (termasuk seks) jika merasa sehat.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya nyeri dada:

  • berhenti merokok
  • makan makanan sehat
  • berolahraga teratur
  • menjalani gaya hidup sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

#Penyakit #Nyeri #Dada #Gejala #Penyebab #Pengobatan

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts