[POPULER MONEY] BSU Tahap 5 Cair | Modus “Pig Butchering” Masuk ke Indonesia

  • Whatsapp

1. BSU Tahap 5 Cair Hari Ini, Simak Cara Cek Status Penerima via bsu.kemnaker.go.id

Read More

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) baru mengumumkan bahwa bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji baru disalurkan ke rekening pekerja mulai Rabu (12/10/2022).

“Menaker punya kabar baik nih, kalau BSU 2022 tahap 5 sudah mulai cair hari ini,” kata Admin Kemenaker lewat cuitan Twitternya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan, pada BSU tahap 5 ini, terdapat 325.294 yang merupakan penerima BSU.

Untuk BSU senilai Rp 600.000 per orang ini penyalurannya melalui dua cara, yaitu lewat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri atas BRI, BNI, BTN, BSI, dan Mandiri serta Kantor Pos.

Putri menambahkan, bagi pekerja yang tidak memiliki rekening Himbara bisa mengambil dana tersebut ke Kantor Pos sesuai alamat Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdata di BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Selengkapnya baca di

2. Chatib Basri: Kalau Ditanya Indonesia Akan Resesi Tidak, Jawaban Saya Tidak…

Berbagai lembaga dan analis memprediksi ke depannya akan banyak negara yang masuk ke dalam jurang resesi akibat melemahnya ekonomi global.

Ekonom Chatib Basri memastikan Indonesia bukan salah satu negara yang masuk dalam jurang resesi. Namun, Indonesia tetap akan terkena dampak berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau ditanya apakah Indonesia akan resesi atau tidak, jawaban saya tidak,” ujar Chatib saat acara Investor Daily Summit di Jakarta Convention Center, Selasa (11/10/2022).

Menurutnya, dampak negatif dari pelemahan ekonomi global akan lebih dirasakan pada negara-negara yang kontribusi ekspor ke PDB besar. Misalnya seperti negara Singapura di mana ekspor berkontribusi ke PDB lebih dari 200 persen sehingga saat ekonomi global melemah maka perekonomian Singapura akan terpengaruh.

Sementara Indonesia kontribusi ekspor ke PDB masih minim, yaitu sekitar 25 persen sehingga meski ekonomi dunia melemah, tidak berpengaruh banyak terhadap perekonomian Indonesia.

Selengkapnya baca di

3. Modus “Pig Butchering” Sampai ke Indonesia, Satgas Waspada Investasi: Hati-hati “Chat” Medsos Ajak Investasi Kripto 

Satgas Waspada Investigasi (SWI) menjelaskan, pig butchering scam pada intinya merupakan upaya penipuan atau pemerasan. Namun, cara memanipulasinya dibuat seakan-akan berbeda.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing menjabarkan, masyarakat yang menjadi korban direpresentasikan sebagai babi yang digemukkan untuk disembelih oleh pelaku yang direpresentasikan sebagai peternak.

Untuk itu, ia meminta masyarakat berhati-hati dengan upaya komunikasi yang mencurigakan dan melaporkan kepada polisi apabila mengalami kerugian.

Tongam sendiri menceritakan, pihaknya pernah menerima laporan masyarakat mengenai skema pig butchering ini. Namun, Tongam menilai kasus tersebut pada prinsipnya adalah dugaan tindak kejahatan penipuan atau pemerasan, jadi masyarakat diminta segera melapor kepada polisi.

Selengkapnya baca di

4. Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga emas batangan Antam pecahan 1 gram di PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Rabu (12/10/2022), dibanderol seharga Rp 974.000 atau turun Rp 8.000 dibandingkan hari Selasa kemarin.

Kemudian untuk harga emas batangan pecahan 0,5 gram dibanderol seharga Rp 539.000 dan harga emas batangan Antam 2 gram dipatok Rp 1.885.000.

Sementara harga emas batangan yang dirilis PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) 1 gram dipatok seharga Rp 921.000 atau turun Rp 5.000 dibanding sehari sebelumnya.

Sama halnya dengan harga emas batangan Antam yang stagnan, harga emas hari ini UBS mengalami penurunan signifikan. Untuk harga emas hari ini pecahan 0,5 gram UBS dijual seharga Rp 492.000 dan pecahan 2 gram seharga Rp 1.828.000.

Selengkapnya baca di

5. Tahun Depan Sepertiga Dunia “Diramal” Bakal Makin Kesulitan, IMF Justru Puji Ekonomi RI

Pada empat hingga enam bulan ke depan pada tahun 2023, sepertiga negara di dunia akan mengalami tekanan ekonomi akibat beban utang yang tinggi, lemahnya fundamental makroekonomi dan isu stabilitas politik.

Hal itu menjadi salah satu isu yang didiskusikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat bersua dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada lawatannya ke Amerika Serikat (AS).

Momen pertemuan tersebut dibagikan Sri Mulyani memalui unggahan di Instagramnya.

“Bersua dan berdiskusi bersama teman lama, Kristalina Georgieva Managing Director of IMF, selalu menjadi momen yang menarik dan berharga bagi saya,” kata Sri Mulyani dalam postingan instagramnya @smindrawati, Selasa (11/10/2022), dikutip dari nasional.kontan.co.id.

Menurut Sri Mulyani, tekanan perekonomian tersebut tidak hanya akan terjadi di negara berkembang saja, namun juga kondisi di banyak negara maju di dunia.

Selengkapnya baca di


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#POPULER #MONEY #BSU #Tahap #Cair #Modus #Pig #Butchering #Masuk #Indonesia #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts