Pemilu 2024: Bisa Kah Pesona Amien Rais Rebut Suara PAN, dan Anis Matta Curi Suara PKS?

  • Whatsapp

 

Read More

JAKARTA, KOMPAS.com -Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diprediksi akan menarik. 

Persaingan ketat diyakini tak hanya akan terjadi pada partai politik papan atas. 

Keberadaan parpol baru juga akan memanaskan perhelatan politik tanah air. 

Apalagi, beberapa parpol baru yang muncul dipimpin oleh tokoh senior yang pernah memimpin partai lama. 

Partai Gelora yang didirikan pada 28 Oktober 2019 dipimpin oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Politisi PKS senior lainnya, Fahri Hamzah juga merapat ke Gelora.

Sementara, Partai Ummat didirikan oleh Amien Rais. Amien mengaku dikeluarkan dari PAN, partai berwarna biru yang ia dirikan pada masa reformasi.

Ia kemudian mendirikan partai Ummat pada 1 Oktober 2020.

Pengamat politik Universitas Airlangga Airlangga Pribadi Kusman pun menilai ada pertarungan ketat antara Partai Ummat dan PAN, serta Partai Gelora dengan PKS. 

Sebab, basis konstituen atau pemilih PKS-Gelora dan PAN-Ummat relatif sama.

“Di sini akan ada pertarungan di antara partai yang sebelumnya menjadi induknya dan kemudian partai yang kemudian menjadi partai baru,” kata Airlangga dalam webinar Menakar Kekuatan 18 Parpol Calon Peserta Pemilu 2024 yang disiarkan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Minggu (16/10/2022).

Baik Partai Gelora maupun Ummat masuk dalam daftar 18 parpol yang lolos verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat ini, dua partai itu sedang menjalani proses verifikasi faktual

Menurut Airlangga, sebagai pendatang baru sekaligus pecahan dari partai lama yang sudah berhasil menembus parlemen, Gelora dan Ummat memiliki tantangan yang sama.

Tantangan tersebut terkait kemampuan mereka merebut pendukung dari partai asal.

“Tantangan mereka sebetulnya adalah apakah mereka mampu mengambil basis konstituen dari partai partai sebelumnya partai mereka berasal,” ujar Airlangga.

Airlangga pun menilai peluang Partai Gelora merebut suara PKS, dan Partai Ummat merebut suara PAN masih terbuka lebar. 

Bukan tidak mungkin, basis pemilih PKS nantinya akan pindah ke Gelora dan PAN pindah ke partai Ummat.

“Ini potensi yang saya pikir bisa saja terjadi kalau kita melihat partai parlemen tersebut (PKS dan PAN) tingkat keterpilihan dan konstituennya itu masih fluktuatif,” sambungnya.

Sebelumnya, KPU secara resmi mengumumkan 18 partai yang lolos verifikasi administrasi pada Jumat (14/10/2022) kemarin.

Berkas pendaftaran 18 partai tersebut dinyatakan lengkap. Sementara 6 partai lainnya tidak.

Adapun 18 partai tersebut terdiri dari 9 partai parlemen dengan rincian, PPP, PKB, PDI Perjuangan, Nasdem, Demokrat, PAN, Gerindra, Golkar, dan PKS.

Sementara, 9 partai lainnya merupakan belum berhasil memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) atau nonparlemen yakni Partai Buruh, Garuda, Ummat, Gelora, PBB, Hanura, PKN, Perindo, dan PSI.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Pemilu #Bisa #Kah #Pesona #Amien #Rais #Rebut #Suara #PAN #dan #Anis #Matta #Curi #Suara #PKS #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts