Benarkah Selalu Hujan Jelang Tahun Baru Imlek? Ini Kata BMKG

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Perayaan Tahun Baru Imlek akan jatuh pada Minggu (22/1/2023). Berdasarkan kalender astrologi China, Imlek tahun 2023 merupakan Tahun Kelinci Air.

Read More

Perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan libur panjang akhir pekan pertama kalinya pada 2023.

Beberapa orang ada yang menyebutkan bahwa jelang Imlek akan selalu turun hujan, bernarkah? 

Lantas, bagaimana perkiraan cuaca saat Tahun Baru Imlek 2023?

Penjelasan BMKG

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dendi Rona Purnama mengatakan, wilayah Jabodetabek pada 22 Januari 2023 diprediksi masih ada potensi wilayah hujan ringan.

“Potensi hujan ringan terutama di wilayah selatan, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bogor,” kata Dendi kepada Kompas.com, Selasa (17/1/2023).

Sementara di daerah Surabaya pada periode yang sama menunjukkan cuaca cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari.

Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, hujan diprediksi akan turun pada siang hari, sedangkan daerah Semarang akan diperkirakan cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari.

Cuaca di kota-kota besar jelang Imlek 2023

Berikut perkiraan cuaca Tahun Baru Imlek 2023 di kota-kota besar:

  • Banda Aceh: hujan sedang pada dini hari dan siang hari
  • Pontianak: hujan sedang pada dini hari dan siang hari
  • Samarinda: hujan ringan pada malam hari
  • Bandar Lampung: hujan sedang pada siang hari dan hujan ringan pada malam hari
  • Mataram: cerah berawan
  • Manokwari: hujan ringan sore hingga malam hari
  • Makassar: hujan ringan pagi hingga siang
  • Manado: hujan ringan pagi hari
  • Medan: hujan ringan dini hari hingga siang hari
  • Denpasar: cerah berawan
  • Bengkulu: hujan ringan siang hingga malam hari
  • Gorontalo: cerah berawan
  • Banjarmasin: hujan ringan siang hari
  • Tarakan: cerah berawan
  • Ambon: cerah berawan
  • Kupang: cerah berawan
  • Pekanbaru: cerah berawan
  • Palu: hujan ringan dari siang hingga malam hari
  • Padang: hujan ringan pada malam hari
  • Pangkal Pinang: cerah berawan
  • Yogyakarta: cerah berawan
  • Jambi: hujan ringan siang hari
  • Palangkaraya: cerah berawan
  • Tanjung Pinang: hujan ringan siang hari
  • Sofifi: hujan ringan pagi hari
  • Jayapura: hujan ringan pada pagi dan malam hari
  • Mamuju: cerah berawan
  • Kendari: hujan ringan pada siang hari
  • Palembang: cerah berawan. 
Shutterstock/Pichaya Pureesrisak Ilustrasi lampion merah untuk dekorasi Imlek.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 03 Tahun 2022 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023, diketahui libur Tahun Baru Imlek 2575 akan jatuh pada Minggu (22/1/2023).

Pemerintah juga memberikan cuti bersama pada 23 Januari 2023 yang jatuh pada hari Senin.

Dengan demikian, Tahun Baru Imlek 2023 akan menjadi libur panjang pertama tahun ini, yakni mulai Sabtu-Senin (21-23/1/2023).

Sejarah perayaan imlek di Indonesia

Perayaan Tahun Baru Imlek sebenarnya pernah dilarang pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Melalui Inpres No 14/1967, pemerintah melarang adanya perayaan Imlek di depan publik.

Selain itu, Pertunjukan barongsai, liang liong harus sembunyi, lagu Mandarin tidak boleh diputar di radio.

Selama Orde Baru, tak pernah ada Imlek yang meriah.

Suasana Kelenteng Poncowinatan setelah beberapa hari lalu dibersihkan dan siap untuk menggelar ibadah saat Imlek, Senin (16/1/2023)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Suasana Kelenteng Poncowinatan setelah beberapa hari lalu dibersihkan dan siap untuk menggelar ibadah saat Imlek, Senin (16/1/2023)

Sebagian besar masyarakat keturunan Tionghoa yang berumur di bawah 40 tahun sudah tak lagi merayakan Imlek.

Generasi yang lebih muda saat itu bahkan tidak mengetahui kapan Tahun Baru China atau Imlek jika tidak diberitahu oleh generasi yang lebih tua.

Perayaan Tahun Baru Imlek akhirnya diizinkan kembali sejak masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 6 Tahun 2000 yang diumumkan pada 18 Januari 2000, Gus Dur mencabut Inpres No 14 Tahun 1967.

Artinya, warga keturunan Tionghoa tak lagi memerlukan izin khusus untuk mengekspresikan secara publik berbagai aspek dari kepercayaan, kebudayaan, dan tradisi asli mereka.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


#Benarkah #Selalu #Hujan #Jelang #Tahun #Baru #Imlek #Ini #Kata #BMKG

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts