Waspada, Ini 9 Ciri-ciri Investasi Bodong

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bahana TCW Investment Management mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penawaran investasi bodong.

Read More

Head of Marketing Communication PT Bahana TCW Investment Management Novianita Pertiwi mengatakan, untuk mengidentifikasi penawaran investasi bodong pada dasarnya tidak sulit.

“Asalkan investor mau sedikit mengambil waktu untuk mempelajarinya,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (27/10/2023).

Wanita yang karib disapa Pipi tersebut menjelaskan, salah satu penyebab orang terjebak dalam investasi bodong karena langsung membayangkan keuntungan besar yang akan diperoleh dalam waktu singkat.

Padahal itu adalah salah satu ciri yang paling menonjol dari produk investasi palsu.

Kebanyakan investor langsung mengabaikan aspek-aspek penting lainnya yang harus dicermati sebelum memilih suatu investasi.

“Kurangnya pengetahuan tentang investasi membuat orang langsung tergiur menanamkan uangnya dalam produk keuangan tertentu karena ingin langsung mendapatkan keuntungan besar tanpa berupaya mencari tahu risiko produk tersebut,’’ terang dia.

Untuk itu, ia meminta masyarakat melakukan riset terlebih dahulu terhadap produk yang ditawarkan.

Lantas seperti apa ciri-ciri dari penawaran investasi bodong yang harus dihindari masyarakat?

Berikut ini adalah 9 ciri-ciri investasi bodong yang harus diperhatikan oleh masyarakat.

1. Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko. Padahal salah satu prinsip dalam berinvestasi yang benar ‘high return, high volatility’. Investasi bodong biasanya menjanjikan investasi dengan return yang besar dan dapat jaminan pembelian kembali yang cepat.

2. Transfer dana dilakukan ke rekening atas nama perseorangan atau korporasi yang tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau badan pengawas lainnya.

3. Menggunakan atau mencatut nama perusahaan resmi yang ada di Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang keuangan. Hal ini termasuk menggunakan logo atau surat palsu yang seakanakan ditandatangani oleh pejabat Perusahaan tersebut.

4. Tidak ada informasi yang jelas atau detail mengenai produk investasi yang ditawarkan. Misalnya,tidak ada keterangan tentang pemiliknya, jajaran manajemen, skema dan risiko investasi, bagaimana proses penarikan dana bila investor ingin menarik uangnya kembali, atau tidak ada pelaporan atas dana yang diinvestasikan.

5. Melakukan penawaran investasi dengan mekanisme mengerjakan misi atau tugas tertentu untuk mendapatkan pengembalian investasi (return) dalam bentuk apapun.

6. Menawarkan bonus tambahan, apabila mampu membawa atau menarik anggota baru. Ada juga yang menawarkan bonus tambahan bila menambahkan jumlah investasinya, atau menginvestasikan uangnya melalui e-commerce atau grup tertentu. Tak heran bila investor semakin penasaran dan akhirnya tak sungkan untuk memasukkan dananya semakin banyak pada investasi bodong tersebut.

7. Entitas yang menawarkan investasi tidak terdaftar di salah satu badan pengawas keuangan resmi. Untuk semua produk keuangan di Indonesia, haruslah memiliki izin dari OJK

8. Penawaran produknya sering kali dilakukan melalui media social seperti whatsApp (WA), Facebook, Telegram dan lainnya oleh pihak yang bukan merupakan penjual resmi. Untuk produk investasi yang benar biasanya ditawarkan oleh marketing dari perusahaan melalui channel resmi.

9. Laporan keuangan tidak jelas dan tidak transparan.

Demikian adalah 9 ciri-ciri investasi bodong yang harus diperhatikan oleh masyarakat.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Waspada #Ini #Ciriciri #Investasi #Bodong

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts